Senin, 10 Januari 2011

Osi Layer

last edited by : jummamoti



Model Referensi OSI 7 Layer

________________________________________
Pengantar Model Jaringan
Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standard untuk proses komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda melewati beberapa jaringan. Pembakuan standard ini disebut "MODEL"..
International Standards Organization (ISO) telah menciptakan model secara luas untuk industri, atau "framework", untuk mendefinisikan aturan-aturan jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini dibagi menjadi "Layer", yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda dalam proses komunikasi.
Berikut analogi untuk membantu memahami model layer :
Analogi Model Jaringan
Dalam analogi model jaringan berikut, jasa antar digunakan untuk representasi model jaringan. Tiap tahap dalam proses pengiriman paket dari Atlanta ke Toronto membutuhkan pekerjaan spesifik yang harus dilakukan pada level yang spesifik.
Jasa Antar Keterangan

Dhany di Atlanta memberitahu Niken di Toronto bahwa dia akan mengirim paket kepada Niken melalui jasa antar OSI. Niken di Toronto merespon , "Baik - Saya akan tunggu".

Dhany mempersiapkan, menimbang beratnya dan biayanya dan menelpon jasa antar untuk mengambilnya.

Jasa antar OSI mengambil paket dari Dhany dan mengangkutnya dengan Truk.

Paket dipindahkan/ditransfer ke sebuah pesawat untuk pengiriman ke Toronto.

Pesawat tiba di Toronto, paket dibongkar muat, diseleksi dan dimasukkan truk yang akan mengantar ke tempat Niken.

Paket kemudian diantar ke tempat Niken dengan truk.

Niken memberitahu Dhany bahwa dia telah menerima paket darinya.
Mengapa Model Jaringan dibuat Layer?
Pada contoh jasa antar di atas, tiap tahap dalam proses pengiriman paket dari Atlanta ke Toronto membutuhkan pekerjaan spesifik pada level tertentu. Paket harus melalui beberapa tahap proses, transfer data dari satu mesin ke mesin lainnya dalam jaringan membutuhkan tahapan dan proses. Untuk menstandardkan proses, harus digunakan sebuah model yang menunjukkan bagaimana data dikirimkan, diseleksi, dibongkar muat, dan diantarkan ke tujuan.
Proses seperti ini disebut model jaringan. Keberadaan model jaringan untuk menyediakan sebuah "framework", atau "blueprint", untuk standard implementasi dan protokol yang digunakan oleh mesin dan perangkat untuk berkomunikasi. Proses dan pekerjaan dipisah ke dalam kelompok logika yang disebut Layer.
Manfaat Model Jaringan
Model Jaringan bermanfaat untuk desain, arsitektur dan implementasi jaringan, diantaranya:
• Mengurangi kompleksitas, dengan proses pembagian dalam kelompok, atau layer, implementasi arsitektur jaringan menjadi lebih sederhana.
• Menyediakan kesesuaian, keseuaian standard interface untuk "plug-and-play" dan integrasi antar multi-vendor.
• Fasilitas modular - memungkinkan bongkar-pasang "swap" teknologi baru pada tiap layer dan arsitektur jaringan tetap terjaga.
• Mempercepat evolusi Teknologi, Pengembang fokus pada satu layer sambil menjaga pengaruhnya pada layer yang lain.
• Mudah dipelajari - pembagian proses ke dalam kelompok akan mengurangi kompleksitas dan memudahkan pemahaman.
Terdapat beberapa model jaringan yang diterapkan saat ini. Di sini hanya akan dibahas model OSI, yang juga sebagai referensi model TCP/IP.
________________________________________
Model Jaringan OSI
________________________________________
Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Model Layer OSI

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya "error" selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: "upper layer" dan "lower layer". "Upper layer" fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada "lower layer". Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
"Open" dalam OSI

“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/"hardware" yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan "modularity" (dapat dibongkar pasang).
Modularity
"Modularity" mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras "hardware" dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda. .
Modularity Keterangan

Seperti contoh Jasa Antar. "Modularity" pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.

Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.
________________________________________
7 Layer OSI
________________________________________
Model OSI terdiri dari 7 layer :
• Application
• Presentation
• Session
• Transport
• Network
• Data Link
• Physical
Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu "header" sedangkan pada sisi penerima "header" dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
Model OSI Ketarangan

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut "session".

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika "end-to-end" antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).

Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan "hardware" kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

________________________________________
Pengantar Encapsulasi Data
________________________________________
Topik berikut menjelaskan tahap-tahap dari encapsulasi dan decapsulasi data dalam proses komunikasi data.
Data Encapsulation

Jika kita kembali ke contoh Jasa Antar, tiap layer membutuhkan proses tersendiri untuk meyakinkan pengiriman dan pengangkutan paket dari Atlanta ke Toronto. Agar hal ini dapat berjalan lancar, paket harus :
1. Harus mempunyai alamat tujuan dan nomor pengiriman yang jelas.
2. Disortir/diseleksi dengan paket lain yang dikirim ke Toronto
3. Ditempatkan di truk untuk dibawa ke pesawat khusus yang membawa paket ke Toronto
4. Sampai di tujuan, Toronto, paket diambil dan disortir dari paket lain dan dimasukkan ke dalam truk.
5. Truk mengantarkan paket ke alamat tujuan di Toronto.
Sepanjang perjalanan, alamat tujuanlah yang dijadikan referensi, walaupun informasi lain ikut ditambahkan, seperti nomor pengiriman dan nomor keberangkatan untuk menggunakan truk dan pesawat yang tersedia. Penambahan informasi ini tidak merubah isi paket atau alamat tujuan, hanya sebagai penunjuk jalan (routing information) yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, analogi ini menunjukkan model OSI adalah "modular", mengijinkan modifikasi atau penggantian tiap layer tanpa mempengaruhi keseluruhan data.
Contoh Encapsulasi Data
Terdapat 5 langkah dasar encapsulasi data :
Encapsulasi Data Keterangan

Langkah 1. Ketika anda mengirim sebuah email, informasi pesan dikonversi ke data dalam tiga layer teratas (Application, Presentation, Session) dan kemudian melewati layer Transport.

Langkah 2. Pada Layer Transport, informasi protokol ditempelkan di data sebagai "header". Meyakinkan bahwa komputer penerima akan dapat berkomunikasi. Data dan "header" dipaketkan menjadi segmen.

Langkah 3. Segmen ditransfer ke layer Network dimana penambahan "header" berisi informasi alamat asal dan tujuan. Segmen dan "header" dipaketkan menjadi sebuah paket dan ditransfer ke layer Data Link.

Langkah 4. Pada Layer Data Link, sebuah "header" dan "trailer" ditempelkan sebagai informasi tambahan dan dipaketkan menjadi sebuah frame. Frame menyediakan informasi yang dapat menghubungkan terminal dari jaringan satu ke jaringan lain.

Langkah 5. Frame dikonversi ke deretan 0 dan 1 (bit) untuk transmisi melalui media jaringan pada layer Physical..

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

About Me

Foto Saya
cewek kelahiran 16 Desember 1995. anak ke 4 dari 4 bersaudara. tinggi dan berambut seleher (Sekarang). suka banget warna merah dan kue mochi. dan sekarang menetap di SMK Negeri 26 Jakarta jurusan Komputer Jaringan. enjoy my blog :) ME GUSTAAAA :D

Kamu adalah pengunjung ke...

lets sing a song ;)

click !

Cari Blog Ini

 

Followers

 

welcome :D

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger